Kamis, 23 Agustus 2007

Mimpi....???



Air...air......ma' tuloeng...toelong....ayah..ayah...anakku..anakku....Ya..Allah...maha besar engkau....itu sebagian kata-kata yang keluar dari mulut orang-orang pada minggu pagi tanggal 24 Desember 2004 yang lalu.. Dalam sekejap keindahan kota, kemegahan rumah,kepemilikan harta baik kendaraan maupun harta lain lenyap....Aceh menanggung duka...berbagai daerah di Negara tercinta ini empati dengan mengirim berbagai bantuan...negara-negara dibelahan dunia juga tidak ketinggalan...memang Aceh sudah menjadi perhatian dunia, mulai dari Zaman perang, zaman kemerdekaan hingga masa-masa konflik, serta pasca tsunami.


Apa yang terjadi setelah tsunama??? semua tau...ya..orang tua kehilangan anak, istri kehilangan suami, suami kehilangan istri ....dan Kemiskinan di mana-mana. manusia barak, manusia tenda dan sejenisnya..itulah julukan yang diberikan bagi korban-korban tsunami.

Apa yang dilakukan Pemerintah?? kunjungan pejabat..memberi bantuan,dan tentu yang masih eksis samapi sekarang pembentukan lembaga BRR ( Bek Rioh-rioh-kata sebagian orang!). semua bantuan dana dari berbagai negara disalurkan melalui wadah yg bernama BRR tadi. para pakar baik dari luar Aceh luar Aceh ikut menjadi penggerak kenderaaan yg bermerk BRR. Dikaptenin oleh seorang yang cukup berpengalaman BRR menjalankan tugasnya dengan berbagai program, yang menjadi tanda tanya kita semua...sejauh mana program-program BRR mampu mengembalikan kehidupan masyarakat Aceh ke kondisi normal atau lebih sejahtera?? sebagaian masyarakat mengatakan BRR telah berhasil menciptakan OKB2 (orang kaya baru) di Aceh..ini ditandai dengan banyaknya masyarakat aceh yg memiliki pendapatan diatas rata-rata (bekerja di NGO), jalanan macet dimana-mana (semakin byk orang aceh yg memiliki Mobil dan Motor),berbagai cafe/resto yang selama ini hanya ada di kota-kota besar sudah hadir di Banda Aceh (harga manakan tentulah lebih mahal), harga sewa rumah yang mejulang tinggi karena banyaknya orang NGO yang membutuhkan. Disisi lain, banyaknya kesempatan SDM Aceh untuk melanjutkan studi ke Luar nanggroe yang dalam kondisi normal mgkn agak susah, dan yang paling penting pasca Tsunami terjadi peristiwa yang sangat didambakan oleh masyarakat aceh..ya..terjadi kesepakatan perdamaian antara pihak yang bertikai (RI - GAM) yang dikenal dengan MOU Helsinki.

kalau kita sebutkan satu-persatu mungkin lebih banyak lagi berbagai berkah tsunami yang kita alami..tapi sadarkah kita,syehdara-syehdara kita yang telah menjadi korban mungkin meninggalkan anak,istri dan belum tersentuh apa yang dinamai dengan BANTUAN, sementara kita lihat berbagai kasus korupsi terus terjadi di BRR, dan disisi lain ada yang mendapatkan bantuan rumah lebih dari satu..tegakah kita?? tanya hati nurani!! gunakan GOD SPOT...,kemana disiplin kita pada beberapa waktu setelah tsunami begitu rajin untuk berjamaah dalam melakukan shalat..sekarang kita ganti dengan korupsi berjamaah...Masya Allah..inga-inga saudaraku...kenikmatan dunia ini hanya sementara..kita masih harus menempuh kehidupan yang lain. mari kita kembali ke trek kita sebagai orang muslim...kita punya sistem yang telah teruji keampuhannya...sistem ekonomi islam tentu lebih baik dari sistem kapitalis, zakat lebih ampuh mengurangi kemiskinan, bagi hasil lebih adil dalam bermuamalah...kenapa kita tidak berani menerapkannya..???

ups..saya baru terbangun dari mimpi...mgkn mimpi ini tidak berkenan dihati pembaca..biarlah menjadi bunga tidur saya..hee...

tidur lagi ah...siapa tau bisa mimpi lagi tentang ACEH YANG DAMAI,PEMIMPIN YANG ADIL,MASYARAKAT SEJAHTERA,BEBAS KKN dan SYARIAH ISLAM TEGAK DENGAN KAFFAH...dan Abu Daud Beurueh puun bisa tenang di sisi Nya..tidak sia2 perjuangan sang Abu....Amien....

Tidak ada komentar: